UBAH SKEMA PENGEMBANGAN BUM DESA: AGENDA REVITALISASI BUM DESA

Dusun Karya Harapan Mukti Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo mencoba mengubah skema penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Sido Mukti. Biasanya, Pemerintah Desa maupun BUM Des berfikir bagaimana menciptakan produk atau usaha. Saat ini, skema tersebut diubah dengan cara memperkuat UMKM dan peran TP-PKK Desa serta embrio usaha yang ada di masyarakat. Pemerintah Desa melalui BUM Desa hadir melakukan pembinaan mulai dari pelatihan pembuatan, peningkatan kualitas (kesehatan, cita rasa, dan penampilan), dan pengemasan produk hingga pembiayaan dan pemasaran. Menurut Rio (sebutan Kepala Desa) di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, Bapak Iwan Hermawan, hal ini dilakukan dalam rangka agenda revitalisasi BUM Desa berdasarkan evaluasi terhadap perjalanan BUM Desa selama ini. 

Ini menjadi prioritas di sisa tahun 2020, tutur Rio KHM (KHM: singkatan Karya Harapan Mukti yang sudah lazim di masyarakat) yang biasa disapa Kang Iwan . Teknisnya (lanjut Rio), kami sudah menyusun roadmap pengembangan BUM Desa dengan tahapan sebagai berikut”:

Sisa tahun 2020

  1. Penataan internal (kelembagaan) – agenda revitalisasi,
  2. Penggalian potensi,
  3. Penataan dan penguatan unit usaha, dan
  4. Menjalin kemitraan.

Tahun 2021 hingga 2023

  1. Menumbuhkembangkan UMKM,
  2. Mengembangkan kemitraan,
  3. Penguatan permodalan, dan
  4. Membangun hilirisasi dan e-commerce.

Tahun 2024 hingga 2026

  1. Penguatan UMKM,
  2. Penguatan permodalan tingkat lanjut,
  3. Upaya diversifikasi produk dan perluasan usaha, dan
  4. Integrasi gerak ekonomi masyarakat dan BUM Desa.

Untuk produk lokal (khusus makanan ringan dan sejenisnya) saat ini yang baru ada dan menjadi binaan kami adalah:

  1. Sambel Siji Songo (19) yang biasa disingkat Singo dikembangkan oleh TP-PKK dalam wadah Dapur UMKM,
  2. Keripik Salak yang bahan bakunya diutamakan dari KHM sendiri (selama ini Desa KHM memiliki hampir 58 KK yang menanam salak pondoh di pekarangan rumah),
  3. Keripik nangka berbahan baku lokal,
  4. Keripik Pisang (Banana Chips) berbahan baku lokal,
  5. Keripik Nanas yang sebahagian bahan baku lokal,
  6. Selain itu ada juga keripik bayam, keripik kemangi, sambel kacang, keripik tempe, dan jamur crispy (yang diproduksi musiman).

Tentunya, semua ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak terutama TP-PKK KHM, masyarakat baik yang memiliki usaha maupun yang sedang berproses, serta Badan Permusyawaratan Desa KHM. Kita juga bekerjasama dengan Dinas (OPD) terkait yaitu Dinas Koperasi, Perindusterian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Bungo yang turut membina UMKM kami serta OPD-OPD teknis lainnya di Kabupaten Bungo. Selanjutnya, kami berharap kontribusi dari semua eleman yang ada demi berkembangnya pereknomian masyarakat di Desa KHM dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*